The Cross (Luke 9, 2-25)

Published Februari 13, 2013 by misstreeantoz

My beloved brothers, Jesus said to all: “whoever wishes to be my follower must deny his very self, take up his cross each day and follow in my steps”. Because of this revolutionary announcement, he was persecuted and he was not afraid to deliver his own life. The Cross is the consequence of the free commitment. The cross of Jesus Christ leads to freedom and victory over sin and death. What is the cross which Christ commands us to take up each day as his disciples? When our will crosses with his will, then his will must be done. The way of the cross involves sacrifice, the sacrifice of laying down my life each and every day for Jesus’ sake.
So… let us give Him our hands to do His work.
Let us give Him our feet to go His way.
Let us give Him our eyes to see as He does.
Let us give Him our tongue to speak His words.
Let us give Him our mind that He may think in us.
Let us give Him our spirit that He may pray in us.
Above all, let us give Him our heart that He may love in me,
His Father, and all mankind.
Let us give Him our whole self that He may grow in us,
so that it is He, Lord Jesus, who live and work and pray in us.
4925_647x986

mengapa kita harus datang misa sejak awal?

Published Juni 27, 2012 by misstreeantoz

Gambar

Judul tulisan ini adalah sebuah pertanyaan: “Mengapa kita harus datang misa sejak awal?”

alasan-alasan yang menjadi jawaban atas pertanyaan tersebut bertujuan untuk menggugah kesadaran umat untuk tidak datang terlambat pada waktu perayaan Ekaristi. Atau juga untuk mengingatkan kembali kepada mereka yang sudah aktif dan rajin datang tidak terlambat, supaya mau mengingatkan saudara-saudara yang belum tahu atau masih belum sadar.

ada beberapa poin yang menjadi jawaban atas pertanyaan di atas:

  1.  Karena Ekaristi adalah tindakan Kristus bersama umat Allah yang tersusun secara Hirarkis. Tujuannya adalah agar para pelayan dan umat beriman dapat berpartisipasi dalam perayaan itu menurut tugas dan peran masing-masing, serta memetik buah hasil Ekaristi sepenuh-penuhnya.
  2. Karena pada hakikatnya perayaan Ekaristi adalah perayaan umat yang terwujud secara nyata dalam kehadiran dan partisipasi aktif umat.
  3. Karena Ekaristi penuh dengan tanda-tanda inderawi, termasuk saat pembukaan ketika perarakan masuk diiringi lagu sampai doa pembuka. Berkaitan dengan soal terlambat datang waktu misa, berarti perlu kita lihat kembali beberapa bagian, misalnya ritus pembuka. Ritus pembuka yang terdiri dari perarakan masuk, salam, kata pengantar, pernyataan tobat, Tuhan Kasihanilah, Kemuiaan, dan doa pembuka; semuanya memiliki ciri sebagai pembuka, pengantar, dan persiapan. tujuannya adalah untuk mempersatukan umat yang berhimpun dan mempersiapkan mereka supaya dapat mendengarkan sabda Allah dengan penuh perhatian dan merayakan Ekaristi dengan layak.

Antara Kata dan Aku

Published Mei 2, 2012 by misstreeantoz

Gambar

“Tetapi Yesus berseru kata-Nya: “Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; (Yoh 12 : 44)

Kata-kata memang bisa mewakii orang yang mengatakannya

Kala aku percaya dengan kata yang dia ucapkan maka aku percaya pada dia yang mengatakannya.

Sementara waktu aku ndak percaya pada apa yang dikatakan,

Aku secara tidak langsung juga tidak percaya pada Dia,

Dari sebab itu….

marilah kita selalu waspada

manakala kita bertutur-kata, manakala kita berbicara

apalagi saat dunia sekarang menawarkan aneka bentuk kemudahan media

dalam bertutur kata dan berbagi cerita

sebab dari kata kita, dari tutur kita, dari bicara kita,

orang akan menaruh percaya atau tidak terhadap diri kita

Pekerjaan

Published Mei 1, 2012 by misstreeantoz

melakukan pekerjaan

Pekerjaan

…”Perkenalkan nama saya Romeo, kerjaan saya di Telkom…”

“Perkenalkan, nama saya Buds, saya direktur MLM…”

“Nama saya Bent, saya kerja di Hotel…”

“Saya Paino, setiap hari saya kerja mulung sampah di pasar, selesai itu saya narik becak sampai malem…”

 

suka atau tidak suka, sadar atau tidak, kita kerap melihat identitas seseorang berdasarkan pekerjaannya. Dan itulah kenyataan yang kita hadapi dan juga dialami oleh banyak orang. Orang mempercayai kita karena pekerjaan. Orang juga tidak mempercayai kita karena pekerjaan. Bahkan orang juga bisa tidak percaya dengan pekerjaan yang kita miliki. 

Tidak jarang tampang dan penampilan kita yang tidak sesuai dengan pekerjaan ternyata menimbulkan keraguan di mata orang banyak. Dan akhirnya…. betapa sulitnya kita menaruh sebuah kepercayaan atas seseorang. hanya karena pekerjaannya tidak jelas, atau pekerjaan yang dikatakannya tidak sesuai dengan penampilannya.

Yesus sendiri mengalami hal yang serupa, di mana ia diragukan dan dituntut kejelasan identitasNya. sampai-sampai ia menjawab: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, (Yoh 10: 25) Orang melihat Yesus dan sulit untuk percaya karena kurang melihat lebih dalam pada apa yang dilakukannya. 

Kalau kita tidak percaya lagi pada pekerjaan yang dimiliki seseorang, cobalah kita melihat pribadinya dari pekerjaan-pekerjaan yang dilakukannya. Sekalipun ia seorang manajer, direktur atau apalah…. cobalah juga melihat bagaimana ia melakukan pekerjaan itu, maka kita akan mengenal identitas dan kesejatian orang tersebut. Sekalipun kita berhadapan dengan seorang pemulung, penarik becak atau apalah namanya, tetapi jika kita melihat secara lebih dalam ketulusan, semangat, persembahan dirinya pada apa yang dilakukannya dengan pekerjaan itu, maka kita akan melihat hal yang luar biasa dan kita percaya pada dia. 

Cobalah tidak hanya melihat sekadar pekerjaan, tetapi sekaligus bagaimana seseorang melakukan pekerjaannya.

 

20 April 2012

Published April 19, 2012 by misstreeantoz

(Kis 5:34-42; Yoh 6:1-15)

“Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya. Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat. Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya. Jawab Filipus kepada-Nya: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.” Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” Kata Yesus: “Suruhlah orang-orang itu duduk.” Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang.” Maka mereka pun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan. Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: “Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia.” Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.” (Yoh 5:1-15)

fish and bread

Terapi Emosi Rasional

Published Desember 19, 2011 by misstreeantoz

Terapi emosi rasional merupakan cara pendekatan konseling pastoral untuk membantu konseli mengatasi masalah psikologis/emosional dengan mengubah cara pikir atau pandangan pribadi yang irasional tentang diri, manusia, lingkungan hidup dan wujud tertinggi.
Pada dasarnya manusia menderita terutama bukan karena hal-hal eksternalnamun dari dalam dirinya sendiri. oOleh karena itu orang yang yang mengalami gangguan emosional (cemas, gelisah, marah, sakit hati, depresi, neurosis, dll) harus dibantu dengan meninjau kembali cara berpikirnya yang tidak rasional dan menggantinya dengan yang rasional.
Manusia adalah makhluk unik yang memiliki karakter rasional sekaligus irasional. Karakter rasional menyangkut pola pikir yang efisien, fleksibel, dan ilmiah. Sementara karakter irasional mencakup seluruh sikap, perasaan, tingkah laku, dan tindakan yang tidak efisien, kaku, dan tidak logis yang kerap merugikan diri sendiri dan menghalanginya untuk bisa sampai pada kebahagiaan. Dalam praktek hidup, manusia kerap menggunakan kombinasi antara kedua karakter ini.

KISAH SENGSARA MENURUT YOHANES

Published Desember 10, 2011 by misstreeantoz

Dalam kisah sengsara Yesus Kritus menurut Inji Yohanes berciri sebagai beriut: Yesus digambarkan sebagai tokoh besar yang menguasai situasi orang-orang. Yesus adalah seorang pribadi agung mengingat ia digambarkan sebagai pribadi yang berani maju saat akan ditangkap. Ciri lainnya adalah Yesus digambarkan sebagai raja. Hal ini tampak misalnya dalam kisah Yesus yang dimahkotai duri, disalib di antara dua penjahat…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 748 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: