Menjadi setia dalam melaksanakan kehendakNya

Published Agustus 26, 2009 by misstreeantoz

Kamis, 27 Agustus 2009

Peringatan santa Monika

Mat 24: 42-51

Santa Monika yang diperingati pada tanggal 27 Agustus adalah ibu dari santo Agustinus, uskup yang terkenal sekaligus seorang pujangga gereja.  apa yang menjadikan seorang Monika menarik dan layak untuk disebut sebagai santa atau orang kudus? Dia menjadi pelaku sabda Allah, seperti yang kita dengarkan atau baca dalam Mat 24: 42-51

“Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang…….Siapakah hamba yang setia dan bijaksana yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?”

Santa Monika teladan orang yang setia, hamba Allah yang tidak pernah luntur cintanya terutama untuk selalu mendoakan Agustinus sebelum sampai pada pertobatan. Santa Monika dipercaya oleh Tuhan, dan ia tidak tahu bagaimana atau kapan Tuhan akan datang membawa damai dan cinta bagi puteranya yang tercinta hingga akhirnya bertobat. Hanya satu yang ia pegang; ia tetap setia pada keyakinannya bahwa Tuhan akan member jalan pada waktunya. Inilah teladan utama yang membantu kita untuk bersedia menunjukkan sikap setia sebagai orang yang percaya kepada Allah. Masing-masing dari antara kita diberi kepercayaan oleh Tuhan; apapun bentuknya, apakah saya menjadi seorang bapak atau ibu keluarga dengan tanggungan anak-anak; apakah saya sebagai anak, murid sekolah, warga gereja, atau yang lainnya. Bentuk tanggungjawab bukan hal yang penting. Sebaiknya semangat untuk setia dan taat mengharapkan kehadiran Allah, menyediakan diri dengan tanggungjawab kita; itulah tugas yang harus kita pertahankan. Kita sebagai manusia biasa terdorong untuk melakukan yang sesuai dengan keinginan kita. Tidak banyak melihat apa atau kapan Tuhan memberikan kehendakNya. Inilah tantangan yang harus kita kikis setiap hari. Adakah saya seperti hamba yang setia dan selalu menantikan kedatangan Tuhan dengan penuh tanggungjawab? Ataukah saya cenderung untuk bosan dan meninggalkan apa yang seharusnya saya emban dan melakukan hal-hal yang sesuai dengan keinginan saya sendiri?

Kita tidak memiliki kuasa apapun atas hidup dan masa depan kita selama Tuhan mempunyai rencana. Akan tetapi ada kecenderungan dari kita untuk selalu mengedepankan rencana dan masa depan kita sendiri. Kasih dan kesetiaan Tuhan memang tidak mudah untuk kita kenali. Seperti layaknya santa Monika yang setia dan tidak mudah melihat karya kebaikan Tuhan dalam situasi kekacauan di keluarga dan anaknya terutama. Akan tetapi imanlah yang menguatkan dia untuk selalu berharap dan berharap. Dan apa yang terjadi selanjutnya? Harapannya tidak pernah sia-sia. Tuhan tidak meninggalkan hambanya yang setia dalam tanggungjawabnya. Sekalipun waktu begitu lambat dalam ukuran manusia, namun Tuhan mendengarkan doa yang diucapkan oleh santa Monika dengan tekin dan setia. Kecenderungan kita adalah meminta secepat mungkin apa yang kita inginkan. Sementara Tuhan mempunyai rencana lain yang mungkin saat ini tidak ada dalam benak kita.

Apakah kita masih akan bertahan dalam keyakinan kita bahwa kita yang benar, dan akibatnya sering mengecam Tuhan karena tidak segera mendengarkan doa-doa kita?

Ataukah kita berani untuk menanggalkan keegoisan kita dan menyerahkan segalanya pada kehendakNya? Suatu usaha yang pasti akan sangat sulit. Tetapi tidak ada kebahagiaan selain menghayati yang sulit dan tidak mungkin di mata kita dan akhirnya saya berhasil melakukannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: